Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Ia menggunakan kata ganti ‘aku’ karena Aila yang pertama memulai, jadi Sera ikut menyesuaikan agar tidak terkesan tak acuh. “Aku tahu kafe di sekitar sini yang cukup enak makanannya dan nggak terlalu ramai, ke sana sama aku, ya, Mbak?” tawar Aila dengan senyum terpatri. Sera tidak kuasa menolak. Dengan berjalan kaki, mereka sampai di kafe bernama Camellia. Bangunan mungil yang tempatnya asri. Sera takjub menemukan tempat cantik itu di pelosok Jakarta.
9.9880.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 23.8K fois en tant que afeksi cafe
Afficher les avis (211)
Read
+Librairie
Jihan Amara Arifin
mantab bat ceritanya aku suka banget. dari awal udah mikir kok judulnya turun ranjang, tapi kok aneh jalan ceritanya & karena kesabaranku menunggu updatean akhirnya tau alasan judulnya turun ranjang karena updatean terbaru ini & yaa udh curiga pas tokoh sarah masuk & bener ada hbngannya sama sera 🤗
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Lire tous les avis
Belongs To Mr Lehon

Belongs To Mr Lehon

*** Kini, Lehon tengah duduk di sebuah kafe yang ternyata adalah milik Ben. "Nama kafenya, ageaH AraiK. Nama yang cukup unik," ucapnya sekilas kemudian menatap ke arah jam tangannya. "Sudah lima menit aku menunggu," ucapnya sedikit kesal kemudian memanggil pelayan untuk membuat pesanan. Dari sampingnya, Kiara sedang berjalan melewati. Gadis itu hendak berbelanja kebutuhan sesuai isi tulisan Riri. Ia sama sekali tidak sadar akan kehadiran Lehon, begitu sebaliknya.
103.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 74 fois en tant que afeksi cafe
Read
+Librairie
The Shark's Baby Sitter

The Shark's Baby Sitter

Hal itu adalah salah satu dari cara branding untuk bisnis cafe tersebut, seperti yang sering dipraktikkan di cafe yang tersebar di sekitar kawasan universitas ataupun kampus di negara bagian Victoria, Australia ini. Masalahnya lain lagi jika coffee cafe itu tak menyediakan buku bacaan di beberapa sudut ruangannya, seperti di rak-rak buku ataupun beberapa spot meja dengan kursi berbentuk bubble untuk duduk santai. Pemandangan yang mencerminkan hal itu merujuk pada satu meja yang tepat berada paling tengah, meja dengan gunungan buku-buku yang jika disusun dengan sangat benar akan membentuk sebuah piramida besar Khufu di Giza, Mesir. Wow, hiperbola sekali perumpamaannya masuk tujuh besar keajai
104.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 173 fois en tant que afeksi cafe
Read
+Librairie
Side Story of Erhan

Side Story of Erhan

Nadira mengedikkan bahu. Erhan tampak mengangguk-angguk mengerti. Kedekatan Nadira dengan kakak iparnya itu memang tidak bisa diragukan lagi. Erhan menegakkan tubuh, begerak setengah langkah dan berdiri di hadapan Nadira. "Temen aku punya cafe," ucap pria itu kemudian. "Nama cafenya Our Heaven. Kamu tahu?" Nadira menggeleng. "Dia mengusung tema private library. Disana ada rak-rak yang berisi buku fiksi dan non fiksi. Dia menamai cafenya Our Heaven karena ingin setiap pelanggannya yang gemar membaca merasa cafe itu seperti surganya pribadi. Buku-bukunya juga bisa disewa. Ada semacam kartu keanggotaan yang dibuat untuk para konsumennya. Ada area indoor, outdoor dan rooftop." Tutur pria itu men
9.824.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 944 fois en tant que afeksi cafe
Read
+Librairie
Cinta Panas Sang Penyamar

Cinta Panas Sang Penyamar

“Ya udah, samakan saja sama yang Dokter pesan.” Daffi mengangguk, Sisi menghela napas panjang. Dia menengok ke kanan dan kiri, melihat suasana cafe yang lumayan sepi. Bukan karena cafenya tak ada pengunjung, tapi memang cafe itu ada ruang private bagi beberapa pengunjung yang memesan tempat private khusus. “Kenapa kita nggak bikin cafe yang konsepnya outdoor gini ya, A? Gak kepikiran kita loh. Besok minta sama anak mami ah, siapa tahu dia mau invest,” kekeh Andini.
996 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 22 fois en tant que afeksi cafe
Read
+Librairie
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Afkar pun membawa Shafa keluar. "Ayah ... mau ke mana?" tanya Shafa dengan ekspresi imut. "Bawa kamu makan enak!" "Hore!" Shafa sangat suka makan. Matanya langsung berbinar-binar. .... Setengah jam kemudian, Afkar tiba di depan King's Brew. Dia melihat sosok yang cantik berdiri di sana. Afkar menyuruh Shafa menunggu di dalam mobil, lalu membuka pintu dan turun.
9.51.1M VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 27.4K fois en tant que afeksi cafe
Afficher les avis (92)
Read
+Librairie
Nor Berta
aku sebenarnya suka banget baca2 begini tapi kadang kalau nama asli harus diindonesiakan itu rasanya kurang pas.. bisa nggak ya nama karakternya tetap seperti biasa. atau tempatnya juga seperti biasa. itu juga memperkaya bahasa kita. jadi suka gemes. karna ndak suka sama nama kharakternya
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Lire tous les avis
The Devil's Contract

The Devil's Contract

Namun, di ujung jalan Piazza del Sole, berdiri satu kafe yang selalu menarik perhatian orang: Luce d’Inferno. Di balik jendela kaca yang dihiasi sulur tanaman gantung, Sierra berdiri dengan celemek dan senyum ramah. Tangannya lincah menyusun cappuccino dan croissant. Ia bukan lagi gadis yang bisa menghentikan waktu atau membaca segel iblis—tapi setiap gerakannya masih memiliki kekuatan yang berbeda: ketulusan. Di pojok dapur, Alex sedang menghitung stok bahan sambil berdebat dengan distributor lewat telepon.
719 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 27 fois en tant que afeksi cafe
Read
+Librairie
Flower Travel

Flower Travel

Buru-buru Sherly menarik ujung lengan bajuku, kemudian berbisik, "Udah mau pulang, lho. Ayo buruan." Aku mengikutinya ke luar dari ruangan ini, melewati dapur, lalu tempat pembuatan minuman dan berakhir pada banyaknya meja berisikan pelanggan. Ini adalah kafe. Aku tahu itu karena terlihat hiasan dinding bertuliskan 'cafe clair de lune' dengan gaya lettering. "Tunggu-tunggu! Tugas gue apa?" tanyaku sedikit kebingungan.
1.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 37 fois en tant que afeksi cafe
Read
+Librairie
Mendadak Dinikahi Calon Papa Mertuaku

Mendadak Dinikahi Calon Papa Mertuaku

tanya Azalea heran. Felix tak menjawab langsung. Bibirnya hanya tersungging tipis, seolah menyimpan kejutan. Beberapa menit kemudian, mereka berhenti di depan sebuah bangunan yang terang dan penuh cahaya neon. Tulisannya jelas. "Karaoke Lounge & Café." "Kenapa? Takut aku nyanyi fals?" gumam Felix datar, tapi ada secercah senyum di ujung kalimatnya.
9.6118.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 4.5K fois en tant que afeksi cafe
Read
+Librairie
Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

“Cafe Mafaza menyediakan berbagai menu. Menu andalan aneka macam kopi. robusta, torabika, cappuchino, americano. Promo beli 2 cup gratis 1. Ada banyak snack juga. French fries, roti bakar, pohong keju juga ada. Ada lalapan ayam krispi dan ayam bakar. Silahkan. Gak nyesel deh.” Kalimat-kalimat itu sudah kuingat di luar kepala. Namun terkadang keberanian berbicara di depan orang memang susah-susah gampang. Syaratnya memang harus tebal muka. Rasanya ingin kusembunyikan wajahku dibalik topeng sehingga rasa percaya diriku meningkat. Takut orang-orang mengenaliku dan membicarakanku dari belakang. Belum lagi rasanya dikacangin sama orang-orang yang melewatiku. Padahal sudah teriak-teriak mempromosi
1070.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.8K fois en tant que afeksi cafe
Read
+Librairie
Dernier
1
...
5678910
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status