Cahaya Biru
Syaard86kaki memar jatuh dari motorbagian depan motor bunyi tek tekbunyi suara motor dalam tulisanlirik menangis dijalan pulang
Mata Anggia menyapu tubuhku dari atas sampai bawah dengan penuh kebencian.
Anggia menarikku dengan kekuatan yang cukup besar, membuatku hampir terjatuh. "Lo dengar nggak sih gue ngomong apa. Buruan turun!" teriaknya, urat-urat di lehernya tampak menonjol, matanya menyala-nyala penuh amarah.
"Apaan sih lo! Gue bisa jalan sendiri tanpa lo dampingi," balasku dengan nada tinggi, berusaha melepaskan genggaman tangannya yang semakin mengencang.
Beliebte Kapitel