Si Tampan yang Posesif
Ia lalu menarik napas dalam dan panjang, berusaha mengatur emosi yang bergejolak di dada.
“Aku, Sangkara Adhiyatsa, dengan sepenuh hati dan jiwaku yang seluruhnya sudah menjadi milikmu. Aku berjanji untuk selalu setia dan menjadikanmu satu-satunya. Tempat berkeluh kesah, berbagi kasih sayang dan kebahagiaan. Terima kasih karena sudah menjadi obat untuk semua luka, serta menjadi rumah paling nyaman dan aman untuk aku. Terima kasih juga karena sudah memilih aku untuk menjadi sandaran hidup kamu, dan percaya untuk selalu berdiri di sisiku. I love you, with all my heart, and my soul.”
Bab Populer