Arya Tumanggala
Kebo Rawispendekar naik kudatempat duduk di punggung kudapangeran berkudamanusia setengah kuda disebut
Sebab seperti disengaja si gadis terkesan hendak menunjukkan sepasang tonjolan bulat di dadanya yang membusung.
Tumanggala kembali menelan ludah. Dadanya seketika bergemuruh. Ada satu perasaan aneh yang muncul merayapi diri sang prajurit.
"Gusti, nama saya Citrakara. Panggil saja Kara, atau apa saja sesuka Gusti," sahut gadis itu dengan santai.
"Hmm, baiklah. Kalau begitu kau juga tidak perlu memanggilku Gusti. Aku hanya seorang prajurit," kata Tumanggala pula.
人気のチャプター