Meniti Lautan Luka
Namun, belum lagi Aldi menyahut, mual di perutku kembali mengganggu.
Mau kutahan, tetapi rasanya sangat tidak mungkin. Rasa mualnya luar biasa. Jadi dengan kilat, aku berlari ke dalam, menuju kamar mandi.
"Kamu masuk masuk angin kayaknya."
"Kayaknya begitu," sahutku saat sudah kembali dari kamar mandi. Wajahku basah karena air yang sekalian kubasuhkan saat menyeka mulut. "Malam nggak makan dan kena angin laut, lengkap sudah."
Bab Populer