Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

"Iya, badanmu kayak agak hangat. Minum obat dulu ya Ndok." Mama mengambilkan obat di kotak obat yang terdapat di dalam lemari yang ada di dapur. "Nah, minum dulu ya." Mama menyerahkan obat itu ke tanganku. Aku menerimanya dan segera meminumnya. ★★★KARTIKA DEKA★★★ "Halo, assalamualaikum Bu," salamku begitu panggilan tersambung. "Waalaikumussalam, sehat kamu Nak?" tanya Ibu lembut.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

“Panggil aku ibu!” sahut Jenar meninggikan nada bicaranya. “Aku adalah ibu kamu sekarang, Jasmine!” Mata menyorotkan kemarahan yang berlebih. “Hargai aku.” Jasmine malah tertawa. “Kamu berharap terlalu berlebihan, Jenar.” Dia berjalan mendekati Jenar. “Sudah aku katakan, mama aku hanya Mama Luce dan tidak akan ada yang bisa menggantikannya.”
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
CEO Nakal Kekasihku

CEO Nakal Kekasihku

Karena dokter menyadari ada yang tidak biasa dari menstruasi pasiennya itu. “Tentu saja, aku biasa membelikan untuk mama,” bohong Keano. “Apa ada pesan khusus, maksudnya harus yang bagaimana gitu?” Karena malu Hafizah menuliskan merek yang dia kehendaki di aplikasi warna hijau. Dia menunduk setelahnya.
9.7213.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Ibu, Aku Mau Ayah

Ibu, Aku Mau Ayah

ucap ibunya dengan senyum penuh kebahagiaan. “Lima! Aku udah gede!” sahut Felicia riang. Dia mengangkat tinggi lima jari tangan kanannya. “Iya! Udah gede. Makin cantik seperti Ibu Disti.” Seorang wanita kira-kira enam puluhan tahun menghampiri mereka berdua. “Bu Meity .…” Adisti menoleh pada wanita itu. “Ayo, Cia tiup lilinnya, lalu kita berdoa buat Cia,” kata Meity.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Godaan Ibu Kos Cantik

Godaan Ibu Kos Cantik

Cukup menarik. “Atau bisa juga belikan susu Ibu hamil, vitamin prenatal. Raknya ada di sebelah sana.” Sang penjaga toko menunjuk ke sudut lain. Dimas mengangguk. Suara pintu yang terbuka membuat sang penjaga toko meninggalkan Dimas dan beralih ke pelanggan lain yang baru masuk. Dimas kembali berkeliling. Hawa dingin dari AC membuatnya nyaman menjelajah dari satu rak ke rak lain.
10232.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

Suatu pagi di bulan Agustus, ketika aku tengah sibuk menyusun barang dan menyambut pembeli, aku disentak oleh suara lembut seorang wanita di belakangku. "Laila ...." Kubalikkan badan dan Ibu medtua berdiri di sana sambil tersenyum padaku, entah apa makna senyumnya itu, yang pasti aku mulai punya prasangka tak baik padanya. "Kenapa hanya menatapku, apakah kau tak akan menawarkan keramaha untuk mampir di lapakmu?" "Oh, maaf, silakan, Nyonya," jawabk canggung.
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Kasihan sekali melihat keadaan ibu mertuaku sekarang. Gaya hidup yang tinggi, keinginan-keinginan yang terlalu muluk-muluk. Mungkin ibu depresi karena semua keinginannya tidak sesuai kenyataan keadaan dirinya. Nama almarhum bapak mertuaku yang selalu disebut-sebut. "Gimana, Mas? Apa mau terus di sini?" tanyaku pada Mas Pamuji, ibu hanya tenang saat diberi obat penenang.
74.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Susu untuk Bayi Gaib

Ibu Susu untuk Bayi Gaib

Ia membuka tas kain lusuh yang dibawa, mengeluarkan tasbih kayu dan sebotol kecil air yang sudah didoakan. "Nak Ario," panggilnya pelan. "Kemari. Pegang puncak kepala ibu." Ario mendekat dengan langkah ragu. Ia berdiri di samping tempat tidur, menatap wajah ibunya yang pucat dan kaku. Perlahan, ia meletakkan tangan di puncak kepala ibunya, rambut yang dulu hitam legam kini sebagian memutih, kasar dan kusam.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Cahaya di Ujung Jalan

Cahaya di Ujung Jalan

godanya sambil tertawa kecil. Sarah tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya. "Iya, ya... Kadang aku juga nggak nyangka bisa sejauh ini." Tepat pada saat itu, bel pintu berbunyi. Mama memberi isyarat agar Ana membukakan pintu, sementara Sarah menata napasnya. Ternyata itu adalah Dokter Fajar, yang datang lebih awal dari perkiraan. Dia mengenakan kemeja putih bersih, dan senyumnya menghangatkan suasana seketika.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG KAU BUANG DINIKAHI SULTAN

ISTRI YANG KAU BUANG DINIKAHI SULTAN

SEBENING CAHAYA CINTA 26. ** Arman penasaran dengan apa yang di katakan Ibunya dan adik-adiknya. Mereka mengatakan kalau Cahaya adalah Ayu yang menyamar. Dengan hati yang berkecamuk Arman datang ke Toko di mana Cahaya menjual berbagai perlengkapan dan pakaian yang sering dibeli ibunya secara live. Ternyata dia memiliki toko fisik tidak hanya toko online. Arman terkaget benar kata ibunya dari mana Cahaya mendapatkan uang untuk membangun toko yang begitu besar?
1035.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 848 kali sebagai apotek cahaya ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status