Benarkah?
“ Paling juga di kafe Rin, “ Jawab ayahnya singkat sembari terus nge scroll akun beranda sosial medianya.
“ Tapi, kan bentar lagi azan Magrib yah! Enggak boleh yah, kalau azan Magrib masih di luar rumah. Kalau entar bang Ervan kenapa-kenapa gimana?.” Mulut Zahrin kembali nyerocos panjang lebar, Zahrin tak ingin abangnya lupa waktu hanya karna hal yang tak terlalu penting. Zahrin mencoba menghubungi, namun tak diangkat. Panggilan ditolak hanya itu yang tertera dilayar ponsel miliknya. Zahrin benar-benar khawatir, haruskah Zahrin menjemputnya saja. Ah, tidak mungkin bukan.
Bab Populer