MAWAR
Purpelomawar berduri di tanganmawar hitam di tanganpohon mawartato mawar di leher samping
Mata gadis yang di panggil ara itu sudah berkaca-kaca, dia siap menumpahkan air matanya.
Menyadari gadis itu akan menangis, Mawar segera menengahi, "Sudah-sudah, aku tak apa. Jangan memukulnya, bi" ucap Mawar.
Wanita paruh baya itu menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan, "Syukurlah anda tidak apa nona," ucapnya merasa lega.
Lalu perhatiannya kini terlaihkan pada tatapan mau keponakannya, "kenapa kau menyapaku seperti itu? Gunakan mulutmu itu untuk meminta maaf pada nona,"