Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SPERANZA

SPERANZA

Selama dia bersama Speranza, otaknya menangkap kalau Speranza adalah perempuan baik-baik walaupun sedikit posesif dan nekat, tapi tetap saja menurutnya Speranza adalah perempuan baik-baik. Yasa kembali menghela napas. Mengapa Arzan sangat membenci nya hingga melakukan semua ini? Dan mengapa orang tuanya sangat membenci Speranza? Yasa mendongak saat mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka. Dia menghela napas saat melihat Arzan berdiri didepan pintu. "Ada apa?" tanya Yasa memberanikan diri menatap Arzan. Arzan yang melihat keberanian itu terkekeh. "Sekarang kau sudah berani kepadaku? Apa semua ini karena perempuan itu?" tanya Arzan dengan remeh.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai arti despise
Baca
+Pustaka
ARFESO

ARFESO

Felicia yang penasaran akan topik pembicaraan mereka pun hanya menunggu sembari duduk dan mengayunkan kakinya. "Felicia kenapa?" "Dehidrasi dan asam lambung," jelas Mama Arikh dan Arissa. Papa dari Arikh dan Arissa tersebut meninggalkan anak dan istrinya. Dia masuk ke ruangan Felicia dan duduk di samping Felicia. Anak dan istrinya kompak tak berani menemuinya lagi. Bahkan hanya dia yang menjaga Felicia. Felicia perlahan ramah terhadap pria di sampingnya. Dia merasa setidaknya pria ini lebih baik dari wanita dan perempuan tersebut.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai arti despise
Baca
+Pustaka
Andyp

Andyp

Ratu hanyalah gadis biasa penjual pisang goreng di sekolah dengan beasiswa-nya. "Kakak mana sih yang gak marah melihat adiknya sedih karena seorang cowok yang ingkar janji kayak lo? Ngapain nerima Fafa kalau di hati lo masih cinta sama Ratu," Ares sangat tegas ketika marah, tubuhnya yang tinggi dari Raja itu menunjukkan sangat berwibawanya seorang Ares Wiguna. Paijo yang mendengar suara Ares itu sampai tersedak kopi pahitnya, sudah pahit manis pun hilang karena berubah rasa.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai arti despise
Baca
+Pustaka
ARTUR

ARTUR

tanya jenderal Banin. "itu yang jadi masalah besar jemderal penawar dari racun itu tidak pernah di ketahui" jawab tabib itu. >> Di depan kamar tuan Arfen Artur menunggu gurunya pulang Artur marah karena dia harus berlatih sendiri tanpa gurunya. "hei Artur kenapa kau disini? " tamya guru Jeje "aku menunggu guru Arfen dia harus menjelaskan kenapa dia pergi tanpa mengatakan sesuatu padahal aku sudah menunggunya lama"
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai arti despise
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Mafia Kejam

Terjerat Cinta Mafia Kejam

Jangan sampai Atland menjadi aneh karena Aphrodite meninggalkannya dan karena rasa frustasinya sehingga dia melihat Aphrodite dalam sisi Arvies dan bisa saja Atland melampiaskannya dengan mencintai Arvies. Dipta memukul kepalanya ketika pemikiran itu terlintas dikepalanya tetapi Dipta kemudian bergidik ngeri ketika bisa saja hal itu terjadi. “Apakah kau gila?” tanya Ares karena merasa aneh dengan Dipta yang melamun kemudian memukul kepalanya sendiri dan menggelengkan kepalanya. “Bagaimana keadaan Reyn?” Suara Arvies terdengar serak dan pertanyaan itu muncul pertama kali setelah dia sadar
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai arti despise
Baca
+Pustaka
Ampun Tuan, Aku Lemas!

Ampun Tuan, Aku Lemas!

Saat permainan berlalu satu jam lebih, Desi meminta ampun, karena dia sudah sangat lemas karena di buat keluar terus menerus. "Tuan muda... aku... gak tahan lagi! sudah tuan muda, ampuni aku!" rengek Desi dengan suara pelan. Ares menyunggingkan senyuman tipis. "Ini yang terakhir! tahan dulu, oke! Desi mengangguk pelan. Beberapa menit berlalu, akhirnya puncak kenikmatan itu menerpa Ares. Dia menumpahkan kembali cairannya di dalam apem Desi walau apem itu tampak sudah tak bisa menampung cairannya.
1024.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 579 kali sebagai arti despise
Baca
+Pustaka
Aparecium Love

Aparecium Love

Jenna's POV "Apa katamu?" tanyaku tak mengerti. Pria itu tak segera menjawab. Walau aku tak melihat wajahnya, tapi aku yakin saat itu ia tengah menyeringai mengejekku. "Dia sudah menjadikan hidup keluarga kami menderita seperti ini. Dia adalah orang paling jahat yang pernah kutemui. Cih.. Aku sangat senang saat mendengarnya mati. Walaupun aku sedikit menyesal, karena seharusnya akulah yang menghilangkan nyawa bajingan itu."
105.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai arti despise
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status