Bersinar setelah Diselingkuhi
Fadiyah NKlucia bahasa indonesiabaca luciakomik lucia bahasa indonesiabaca novel lucia
"A-Arthen... kau belum pergi? Maaf, aku tidak tahu kalau kau sedang..."
Belum sempat Lucia menyelesaikan kalimatnya, Arthen meletakkan tabletnya di atas rak gantung di tepi bathtub. Tanpa peringatan apa pun, pria itu bangkit berdiri dari dalam air.
Byur!
Suara kecakan air yang tumpah ke lantai marmer terdengar begitu jelas. Detik itu juga, napas Lucia rasanya tercekat di tenggorokan. Arthen berdiri tegak tanpa sehelai benang pun, membiarkan air hangat dan busa-busa sabun meluncur turun dari tubuh atletisnya. Dada bidangnya yang kokoh, perut dengan otot-otot six-pack yang terpahat sempurna, hingga garis pinggulnya yang tegas terpampang nyata di depan mata Lucia.