GEMA JATI
Maula Fazacerita jilat kelentitsifat dingin priakisah jilat memekcerita jilat ketiak
“Harusnya kau gak satu sekolah sama kami. Kaupikir kau hebat karena jadi murid teladan dan selalu juara atas? Kaupikir kau bisa masuk perguruan tinggi? Jadi cendekiawan di istana? Bapakkau cuma buruh, Jati. Kau gak mampu, kenapa maksa banget, sih?!”
“Lihat, kan? Sekarang kautahu apa resikonya berurusan sama kami!” Soga bicara lagi.
“Resiko macam ini? Pakai bantuan orang berkuasa? Ini malah nunjukin kalau kalian memang kalah dari aku,” kata Jati.
“Kau!” Kali ini Tikta benar-benar marah. “Udah gak berdaya masih juga kau banyak omong. Kau sama sekali gak takut, ya?”
Beliebte Kapitel