ARJUNA
"Gue bakal pergi, Ji. Dengan tenang, tanpa beban."
Anehnya Aji bisa merasakan tangan itu. Seperti di sentuh oleh bulu bulu kemoceng yang menggelikan. Mengusap meski tidak betul betul menghilangkan air matanya.
"Soal loker, sorry, ya. Nggak ada apa apa. Sebetulnya di sana cuma ada hape gue aja." Tiara tertawa kecil. "Oh, iya. Soal Zahra. Gue harap lo bisa melupakan dia. Atau setidaknya, mengiklaskan dia. Jangan terjebak di perasaan lo sendiri."
Bab Populer