Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MOONBOUND SECRETS

MOONBOUND SECRETS

“Bring the Alpha.” They drag him in on a stretcher, his skin ashen, his chest wrapped in blood-soaked bandages. His breathing is shallow, each exhale a wet rattle. The bond between you—once a steady pulse—is faint, flickering. *Dying.* You sink to your knees beside him, pressing your forehead to his. His scent—cedar and iron—fills your lungs. “Fight,” you whisper. “*Fight*, Ryland. They need you. *I* need you.”
101.9K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as as i lay dying
Read
+Library
In Love With The Prince

In Love With The Prince

“If she is not mine, then I don’t want this life.” I open the bottle completely and pour out the tablets. Taking the glass of water from the table, I bring them all to my lips. The bitterness coats my tongue as I swallow every last one. No hesitation. No regrets. Only the desperate wish that by tomorrow, I will no longer exist in this cruel world. I return to the bed, lying down slowly. My body feels heavy, weaker with every passing moment. My vision blurs as I stare at the ceiling, waiting… waiting for death to come and end this agony. At last, I will be at peace.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as as i lay dying
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.1K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as as i lay dying
Read
+Library
Lie of Life

Lie of Life

Gadis itu memilih untuk membuka laptop dan file dokumen yang dinamakan “Untuk Alenia” Terbukalah latar belakang putih yang disertai beberapa paragraf—ketikan papa. Jika Nia boleh mengatakan yang sejujurnya, tulisan itu sedikit dapat membuat sakit mata. Agak acak-acakan, tetapi itu masih sangat bisa dibaca. Untuk Alenia ….
2.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as as i lay dying
Read
+Library
LOVE and LIE

LOVE and LIE

Senyum miris terbit di bibir pucat itu, bersamaan dengan air mata yang mengalir semakin deras. *** Aara yang menatap layar televisi di depannya dengan kosong. Acara komedi yang sedang ditampilkan tidak lantas membuatnya ikut tertawa. Bukan hanya pandangannya yang kosong, tapi juga jiwanya. Wanita cantik itu merasa lelah. Kenapa ada saja masalah yang dialaminya beberapa waktu belakangan ini?
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 600 Times as as i lay dying
Read
+Library
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Seminggu berlalu tanah makam ayah Agista sudah mengering, namun lagi-lagi takdir Agista harus kembali menguras air mata karena pihak rumah sakit menyatakan jika ibunya sudah meninggal dunia. "Ibuuuu ....!" teriak Agista sambil memeluk erat tubuh ibunya. Yusuf dan kedua orang tuanya turut menyaksikan detik-detik ibunya Agista menghembuskan nafasnya yang terakhir. "As ....tag ....fi ....ru ...lah!" Ucapan itulah yang terakhir keluar dari mulut ibunya Agista. "Ya Allah kenapa harus dalam waktu yang bersamaan aku ditinggalkan oleh orang-orang yang aku sayangi? Apa aku tidak berhak bahagia?" jeritan Agista sangat menyayat hati Yusuf.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as as i lay dying
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

katanya lirih. Aldric mengamati Lyra lebih jelas sekarang. Bajunya kotor dan robek di beberapa bagian. Ada bekas luka di lengannya, tapi tampaknya bukan gigitan zombie. Rambutnya berantakan, dan matanya penuh kelelahan—seperti seseorang yang sudah lama tidak tidur dengan tenang. "Kamu sendirian?" tanya Aldric. Lyra menelan ludah, lalu mengangguk pelan. "Mereka semua sudah mati..." suaranya hampir tak terdengar.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as as i lay dying
Read
+Library
Sorry, I Love You

Sorry, I Love You

Bella berteriak dengan histeris menangis sambil memegang dadanya yang terasa sangat nyeri. Sakit. Hati Azura terasa sangat sakit. Dia tidak mampu berkata apapun. Badannya terasa sangat lemas, kepalanya pusing, napasnya terasa mencekik leher merasakan betapa sulitnya oksigen masuk ke dalam paru-paru menyebabkan napasnya tersengal-sengal. Pandangannya mengabur semua orang dilihatnya bagaikan berputar-putar tidak jelas. Tak lama Azura tidak sadarkan diri dan terjatuh di lantai.
1022.9K viewsCompletedAdded to Library 892 Times as as i lay dying
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status