Tawanan Cinta Tuan Abizar
Aku mengerjap, bingung dengan permintaannya.
Di awal aku menelan ludah, sedikit bersuara di mic kecil yang kudekatkan ke bibir. "Tes, tes."
Dahiku mengernyit saat melihat Tuan Abizar memejamkan mata, seperti menikmati suaraku, padahal aku belum bernyanyi.
"Tes, tes." Kuulangi dan memerhatikan Tuan Abizar lagi, matanya semakin terpejam. Begitu senang dan menikmati suaraku yang sekedar 'tes, tes'.
الفصول الرائجة