Anara
Tapi Anara masih sempat melihat seringai menakutkan di wajahnya, dari sudut mata, sebelum kemudian mobil kembali melaju di jalan raya.
Apa ini, yang dikatakan Bryan dengan teman-teman yang baik? Yang asik? Bulshitt!
***
Handpone di dalam tas kembali berdering. Ini sudah yang ke sembilan kali. Enggan, Anara mengangkat panggilan ke sepuluh. Suara bariton Bryan terdengar di seberang sana, menanyakan keberadaan gadis ith sekarang. Dia memberitahu, sedang berada dekat pantai Jimbaran. Tepatnya di sebuah resto masakan laut, terkenal di sini. Resto Bintang Laut, nama yang sempat di bacanya di famplet bagian depan bangunan.
Bab Populer