MAWAR
Purpelomawar berduri di tanganmawar hitam di tanganpohon mawartato mawar di leher samping
Mawar meremas gelisah bajunya, dia tidak berniat melakukan itu, dia hanya repleks melakukannya, tapi dia tidak merasa menyesal sama sekali mengingat semua dosa yang telah wanita tua itu lakukan padanya dia tidak menyesal sama sekali.
Kepala Mawar mendongak, menatap tajam Laura. "Apa yang aku lakukan?" Mawar malah balik bertanya, seakan pertanyaan Laura memang tidak di mengertinya. "Dengar, wanita tua itu memang pantas mendapatkannya, bahkan kematian terlalu mudah untuknya,"
Laura memegang dadanya, dia hampir tidak percaya wanita yang dulu dia kenal lugu dan baik memiliki mulut berbisa bak ular bahkan lebih berbisa dari racun ular sekalipun.