Bias Cinta
balas Cinta semakin sewot, “udahlah, nggak usah ngeles. Kita memang nggak pernah kenal dekat, tapi aku sudah tau gimana tabiatmu di luar sana.”
“Dua bulan lebih tinggal satu rumah, satu kamar, dan sudah satu ranjang, tapi kamu bilang kita nggak pernah kenal dekat?” Bias memangku satu sisi wajahnya menatap Cinta. Geregetan sendiri, karena sikap Cinta padanya terlalu cuek, “hatimu itu terbuat dari apa sebenarnya?”
“Batu,” jawab Cinta asal.
“Batu juga kalau ditetesin air tiap hari lama-lama lubang.”