Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Renjana

Renjana

usulku, karena cacing-cacing diperut ini sudah meronta-ronta. “Iya, tante juga sudah lapar, ayo, Dika,” kami menuju stand makanan yang letaknya persis berhadapan dengan stand patiseri, hanya ada dua kupon, jadi otomatis si ‘anak setan’ itu tidak bisa makan. Penjaga stand makanan adala ibu Risa, guru kewirausahaan yang memiliki suara sangat lembut dan sangat ramah, tanpa perlu banyak waktu, dia sudah ngobrol seru dengan tante Anna.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

".... Pavillium, Grecia, Kenzy, Neville, Ramos." Bangsawan yang terpanggil sontak bersorak. Ternyata, bukan hanya Ksatria yang terpilih, melainkan terdapat dua Baroness yang tadinya berdiri di lantai dua, kini mereka turun dan berdiri di depan Albert. "Kelompok ke dua.... James, Lauren, Abyaz, Velmort, Pohan."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

tanya Safira melirik sejenak ke arah pria tersebut dan detik kemudian kembali sibuk membaca novel nya. “Kamu bisa bantu saya nggak?” tanya sang pria melirik ke arah Safira yang sibuk membaca novel. “Bantu apa?” tanya Safira cuek. “Saya menyukai seorang wanita.... tapi, orang tua si perempuan tidak merestui hubungan kami.... saya pernah mendengar kamu memiliki komunitas Qolbu Quddus Alzawaj..... kendala saya saat ini berupa uang mahar yang tinggi, dan juga restu dari orang tua dari gadis yang saya cintai.... padahal kami saling mencintai.... saya nggak mau, kalau dia menikah dengan pria lain... bisa nggak kamu bujuk kedua orang tua nya, agar bisa menerima lamaran saya? Saya dengar kamu jago b
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Jadi Kuyang

Jadi Kuyang

Mayang sudah menemukan bukti dari kebenaran ini. "Aku tak akan membiarkan lelaki itu hidup tenang setelah menemukannya!" Mayang begitu bertekad. *** "Kamu pakai obor semalam, Ri?" Jubai menanyai anak sulungnya saat melihat pucuk bambu menghitam. Setahunya obor itu masih baru. Belum ada yang menggunakannya sejak mereka datang tempo hari. Yang ditanya menggeleng. "Mungkin Imam, Bu." Ia menunjuk adiknya yang sedang meraut bambu.
5.56.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

Permainan keduanya kini dimulai. “Dengarkan baik-baik karena aku hanya akan menyebutkannya sekali!” ucap lawan main Bai Jia. “Namaku Wei Qi, tapi orang-orang menyebutku Dewa Weiqi.” Bai Jia dalam batinnya berkata, “Oh ... jadi, seorang ahli Weiqi yang disebut Dewa Weiqi yang memiliki nama asli Wei Qi.” Bai Jia paham tentang nama tersebut. Hanya, yang masih belum Bai Jia pahami adalah alasan kenapa ia harus bermain Weiqi di lantai enam Pagoda Sembilan Naga.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

#PerumahanBejo23 #NezhaHauw
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

“BAJINGAN!” Gadis itu menggertakkan gigi. “Aku—Mei Shia—akan membunuhmu! Aku bersumpah akan mencabik tubuhmu sendiri!” “Nama yang indah,” jawab Qing Jian datar. “Namun tak seindah kebenaran yang kau sembunyikan.”
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

Alasan yang tidak tepat ternyata telah kuajukan. Tidak lama Aji datang sudah dengan penampilan yang cukup rapi, berbeda dari yang kulihat tadi saat pertama kali bertemu. Dia menggunakan celana pendek dan kaus oblong. Kini dia terlihat seperti anak-anak muda di kota dengan berbalut celana jeans dan jaket . "Ada apa, Bu?" tanyanya dengan suara yang berat. "Le, kamu ajak Gantari ke toko untuk ambil pakaian."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

“Uangku udah habis di sekolah, Qi.” “Nggak papa. Pake uangku aja. Kamu mau beli apa?” tawarku. “Emm ... aku pengin beli ini aja, Qi.” Bia menunjuk sebuah gelang dengan sebuah gantungan inisial huruf. “Ya udah. Beli ini dua ya, Bang. Yang hurufnya U sama B,” ucapku. “Oke, Dek. Ini. Pas sekali. Cuma sisa satu satu.” Abang itu menyerahkan sebuah gelang berwarna merah muda dan biru kepadaku.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai baji quan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status