Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin
“Tolong, sebentar.”
Belinda berbalik dan melemparkan pandangan santai ke arah Cantika. Wajahnya datar, nyaris tanpa emosi. “Cantika, ada perlu?”
“Ada,” jawab Cantika.
Cantika melepaskan lengan Arga dan menyelinap di antara kerumunan wartawan, mendekati Belinda. Dengan gestur hangat yang dibuat-buat, Cantika mengaitkan lengannya pada lengan Belinda. “Belinda, aku tahu kamu punya alasan menikah dengan Arga tiga tahun lalu, dan kamu sudah merawat dia dengan baik selama ini, atas namaku.” Senyumnya semanis gula, sementara jemarinya semakin kencang menyakiti lengan Belinda. “Tapi sekarang, satu bulan setelah kalian tanda tangan berkas cerai, dan buku nikah kalian serta catatan aborsi itu bocor…”
Bab Populer