Berebut Pantas
BintangAerikasih sayang seorang ibucerpen kasih sayang ibucerpen kasih sayang ibu singkatcerita sedih tentang ibu
“Harga beras dan minyak sudah naik, tuh! Dengerin, tuh, beritanya! Lalu, bagaimana nasib kita ke depannya?”
Itu suara sang mama, Mama Kristal. Dio bisa mendengar dengan jelas dari arah teras depan rumah.
“Jangan khawatirkan nasib kita! Rezeki, hidup, dan mati itu sudah digariskan oleh Tuhan,” sahut Ayah Zen, dan lagi-lagi Dio bisa mendengarnya jelas dari arah depan rumah.
“Jangan bawa-bawa Tuhan! Yang sedang kita bahas adalah uang dan masa depan!” Jawaban Kristal semakin menjadi.
Beliebte Kapitel