DENDAM
"Kurang ajar si Alia, wanita itu, harusnya di hukuman mati yang cocok untuknya, biar menjadi contoh bagi yang lainnya, untuk mikir dulu sebelum bertindak
Aku bergumam seorang diri di sisi kamar, sedangkan Aisyah duduk di depan tivi, menemani Naira bermain.
Aku mengamatinya yang terlihat begitu menjaga jarak.
Sebuah notifikasi dari si hijau terlihat masuk.
"Mas, ini nomor aku, Amira."
Aku tersenyum, ketika membaca pesan singkat itu, ternyata dari dia, orang yang pernah kusia-siakan, dan menjadi korban kebiadapan Alia.
"Iya, mas save ya. Kamu sama siapa disana?" tanyaku, membuka obrolan.
"Sendiri, mas."