Bara di Hati Mikha
"Woi, sadar, Mik. Dunia nggak akan kiamat karena lo patah hati. Ini semua itu cuma akan jadi kenangan nanti. So, nikmati aja semua yang ada di sini, mumpung kita masih muda."
Daripada merasa jengkel dengan kelakuan Maureen ini, aku memilih meminum segelas Martini yang ada di depanku. Terserah, malam ini aku ingin mabuk semabuk mabuknya. Aku ingin melupakan semua yang terjadi saat ini. Apalagi ingatan di kepalaku yang terus mendengungkan suara Mas Rio saat melafalkan ijab qobul.
Demi Tuhan,