Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Aku benar-benar penasaran apa yang sebenarnya terjadi saat itu. “Bibi, itu Barez Bi, itu Barez ...” Bara nampak berbinar melihat saudara kembarnya yang tengah tersenyum lebar. Dia tengah bermain bersama Sherin. Ia tak lagi mengatakan Mbok Eka sebagai Mbok, tapi Bibi.
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 968 kali sebagai bibir miring
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

"Kemari. Abang butuh bibir kamu sebagai pengalih rasa mual. Sini sayang, buka mulut kamu?" "Hah? Mu-mulut Em-Embun? Memang bisa mulut Embun sebagai penahan mual dan pahit?" "Khusus bagi Abang seorang, bisa. Ingat bibirmu adalah penahan pahit dan mual khusus hanya untuk Abang seorang. Yang lain tidak bisa! Ingat itu ya, Sayang?!"
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai bibir miring
Baca
+Pustaka
Semalam Dengan Sepupumu

Semalam Dengan Sepupumu

Pasangan itu kembali terlihat seperti pasangan yang sedang perang dingin. Penampilan Bima dengan rambut yang dikuncir asal, banyak helaian rambut yang tidak ikut terikat. Namun, membuat dirinya terkesan manly ditambah gayanya yang casual. Melangkah menuju lift sambil menunduk dan tetap bersiul. “Mas Bima.” “Astaga,” ucap Bima karena terkejut karena panggilan dan kehadiran perempuan di hadapannya.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai bibir miring
Baca
+Pustaka
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

Jebret! Satu anak panah melesat kencang dari busurnya. Tiupan angin pantai tidak dapat membelokkan anak panah itu dari lajunya. Anak panah terus melaju. Mendekati burung camar yang tengah, anak panah itu tidak kunjung membelah menjadi tiga seperti yang diinginkan. Anak panah itu tetap utuh satu. Raut wajah Bisawarna tampak tidak senang. Panah yang dilepaskan tidak sesuai keinginan.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bibir miring
Baca
+Pustaka
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Saat mencoba bangkit, langkahnya tertahan sebab dadanya berdenyut hebat, dan darah mengalir dari salah satu sudut bibirnya. “Keparat kau, orang Minanga!” geramnya. Dengan memaksakan tubuhnya sendiri, Langkupa Sibirong kembali melesat dengan gerakannya yang sangat ringan laksana gerakan seekor elang hitam yang sedang mengejar mangsanya. Swiing! Crassh!
1074.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai bibir miring
Baca
+Pustaka
Legenda Penguasa Takdir Surga

Legenda Penguasa Takdir Surga

Xiao Chen benar-benar mengabaikannya dan memandang Bibi Lin saat dia membentak, “Gadis sepertimu tidak punya urusan di sini. Turun!” Kata-katanya menciptakan kegemparan besar di antara para peserta dan penonton. Bibi Lin adalah wanita cantik nomor satu di Kota Raja, juga seorang dengan status yang jauh lebih tinggi dibanding Xiao Chen, jadi penggunaan nada suara seperti itu oleh Xiao Chen terhadapnya merupakan sebuah penghinaan. “Bocah sampah, turun dari panggung. Kau pikir kau siapa? Kau berani berbicara seperti itu padanya? Aku akan mengulitimu hidup-hidup!” teriak salah seorang penonton.
9.640.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bibir miring
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Menikah Tapi Tak Serumah

Menikah Tapi Tak Serumah

Di tengah kerumunan, seulas senyum miring terpasang di sudut bibir seseorang. "Menarik," desis lirih seseorang itu. Tbc.
1046.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai bibir miring
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Hubungan Gelap

Terperangkap Dalam Hubungan Gelap

Ayah memerhatikan gerak-gerik Biya. Biya menunduk, memandang kosong ke arah jemari yang bertaut, dan bahunya gemetar akibat menahan berbagai emosi yang tak mampu dibendung. Biya menggigit bibir bawah bagian dalam sebelum akhirnya menganggukkan kepala. “Anak Ayah ada masalah apa?”
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai bibir miring
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

Bisma berjalan meninggalkan Wijaya tanpa sepatah katapun, ia pergi menuju ke ruang jenazah untuk melihat jasad kedua orangtuanya. Bisma membuka kain yang menutupi wajah dan tubuh sang Papa, ketika sudah terbuka ia luruh kelantai akibat tidak tahan menompang tubuhnya. Ia dapat melihat betapa hancur wajah sang papa, dan ia dapat melihat jika tulang rusuk milik papanya menembus kulitnya. Ia tidak mengenali wajah papanya seperti ini. Setelah melihat wajah sang papa, Bisma mencoba bangkit dari duduknya untuk melihat jenazah sang mama. Pelita dalam hidupnya yang selama ini menyayanginya bagaikan anak sendiri.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai bibir miring
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status