Perjanjian Gaib Untuk Kekayaan
M. Haz Beyarti mendengar suara orang mengaji tengah malampegangan pintu rumahvoid rumah kecilkenapa ada kuntilanak di rumah
Dan tergantung di sana—sebuah boneka kain lusuh, kepalanya sobek, matanya hanya satu, terbuat dari kancing hitam.
Boneka itu meneteskan air. Dan ketika aku menunduk lebih dekat, aku melihat bibir kainnya bergerak. Bukan karena angin. Bukan karena air. Melainkan seolah benar-benar berusaha bicara.
Suaranya bergetar, pelan, tapi jelas:
“Bayar, Raka… bayarlah warisan darahmu.”
Aku terhuyung mundur, hampir jatuh. Boneka itu masih tergantung, meneteskan air, matanya yang satu menatapku seperti lubang hitam kecil.
Beliebte Kapitel