DENDAM
Itulah yang selalu terngiang di pikiranku.
Sambil menunggu Mamah sadar, aku meraih handphone Alena di dalam saku celana. Sedangkan Papah, ia keluar untuk membeli makanan.
Kumainkan gawai miliknya. Kubuka aplikasi whatsappnya.
Aku tercengang, melihat nomor tanpa nama dan foto profile, mengirimkan pesan.
Kuscroll dari yang paling awal isi percakapan mereka.
"Persiapkan dirimu, untuk menjadi janda muda, Alena."