Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Dirty Office

Dirty Office

​BRAAKK! ​***
1033.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.1K Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
Bareksa

Bareksa

Raut muka Ashton tenang, namun kilau matanya berbahaya. "Hukum tertinggi Bareksa adalah melindungi. Mutlak. Nggak bisa digantikan, nggak bisa diwakilkan. Kamu udah tahu itu. Jadi, sekali lagi kamu ngomong gitu, aku yang bakal potong lidah kamu. Ngerti?" Nala tidak mengira Ashton semarah itu. Ia menganggukkan kepala dengan gugup. Lebih baik menghindari perselisihan dengan orang seperti Ashton, apalagi Nala mengetahui dengan baik seperti apa kemampuan pemuda itu.
2.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 76 Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
MAWAR

MAWAR

Brak "Awhh" Mawar meringis dikala bahunya terasa sakit saat Nico menghentak bahunya ke daun pintu. Dia menatap Nico dengan mata yang berkaca-kaca, lelaki itu memang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Nico memejamkan kedua matanya, tatapan itu sungguh telah berhasil melemahkan dirinya, hingga dia tidak bisa berkutik sedikitpun.
105.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 152 Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
ARJUNA

ARJUNA

"Bego, lo mau kenalan bukan promosi akun." ***
105.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 198 Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
ZANNA

ZANNA

Kafka berdecak kesal. "Lihat gue anak baru!" Zanna masih diam. Dia tidak berani menatap Kafka, kepalanya masih tertunduk sembari meremas rok sekolahnya. "Lihat gue!" ucap Kafka tegas. Zanna dengan berani mendongkakkan kepalanya, dengan segala kekuatan dan keberaniannya Zanna mencoba melihat wajah Kafka. Kafka terdiam, melihat wajah cantik Zanna dari dekat. Perempuan itu benar benar mempesona walau seperti orang culun.
2.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 61 Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
ARABELLA

ARABELLA

Brukk "Awhhh," "Araaa"
106.7K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 154 Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 30 Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
Arimbi

Arimbi

"Rambutnya harus dirapiin dulu." Setelah Arimbi mengangguk, Hanna baru berani melakukannya dengan benar. Bersosialisasi dengan orang seperti Arimbi memang membutuhkan sabar yang ekstra, tidak boleh gegabah, apalagi sampai memaksa. Hanna tidak tamat sekolah, tapi untuk masalah seperti ini dia cukup mahir mengatasi. "Nama kamu Hanna?" Di luar dugaan Arimbi menanyakan hal yang tabu.
103.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 102 Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
Takdir Cinta di Balik Peluru

Takdir Cinta di Balik Peluru

CEO-nya bernama Edmond Loudwijk Mondego. "Ahhh, rupanya ayahnya Joe!" gumam Ben. Bayangan anak pemberani berambut coklat tebal itu memenuhi benaknya. Entah mengapa Ben mengagumi pada keberanian Joe. Dilihatnya profil grup dan profil CEO-nya. Grup Brave and Honestly baru saja melebarkan sayap di bisnis property, salah satunya sebuah hotel yang mereka bangun di kawasan Pulau seratus untuk pariwisata. Mereka mengajukan kerja sama karena ingin property mereka di lengkapi oleh furniture yang di produksi oleh perusahaan Ben.
729 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 27 Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
Liara

Liara

Hagan sudah memutar tubuh, hendak berjalan ke arah pintu, sampai telinganya mendengar suara Liara lagi. "Ini juga tidak?" Berterima kasih pada mereka yang menemukan teknologi bernama internet. Setelah masuk kamar tadi, Liara iseng berselancar di dunia maya. Di mesin pencarian ia mencoba menemukan cara untuk membuat seorang pria berhenti marah. Satu artikel berhasil menarik perhatian si perempuan. Di sana dikatakan, untuk membuat pria yang marah kembali normal ada satu cara mumpuni.
9.534.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.1K Vezes como brave
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status