Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!
"Pernah mekar di awal semi, harum bagai meihua,
dipuji, dipuja, diinginkan oleh dunia.
Namun cahaya mentari perlahan pudar,
tinggallah kelopak rapuh menanti senja.
Hari-hari mencabut satu demi satu,
permata berharga luruh dari genggamannya.
Yang tersisa hanya bayangan dingin,
membalut hati dengan kabut luka.
Cinta berkhianat, keluarga berpaling,
persahabatan terbang bagai burung ke utara.
Ia bertanya pada langit sunyi,
“Adakah jalan pulang bagi jiwa terluka?”
Jawaban datang dalam keheningan,
bagaikan embun membeku di musim dingin.
Bunga itu mati sendirian,
Bab Populer