Ahli Waris
Argh!
“Cinta, lari!” Aku menarik Cinta saat mereka semua berteriak aku menyebutkan kadal. Ini adalah kesempatanku untuk kabur! Aku menggenggam erat tangan Cinta. Kami berlari kencang untuk menghindar dari mereka. Terus berlari tanpa arah, dan tidak tahu harus ke mana. Napasku tersenggal-senggal. Cinta sudah menekan perut kanannya. Dia sangat kelelahan. Aku berhenti sejenak, lalu menggendongnya belakang. Berlari tanpa menengok ke belakang. Itulah tujuanku. Dan akhirnya, “Syukurlah, kita lolos, Cinta,” kataku sambil mengatur napas agar membaik.
الفصول الرائجة