Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Cinta Tersembunyi di Balik Dendam

Cinta Tersembunyi di Balik Dendam

Tak ada satu pun yang tak mengenali sosok pria itu. Narendra. Ia dikenal sebagai pebisnis handal, namanya kerap disebut-sebut di kalangan elite. Kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat orang lain menahan napas. Melihat itu, Echa tersenyum sinis. Tanpa ragu, ia segera mendekati Narendra, lalu memeluk lengan kokoh pria itu dengan mata yang sengaja dibuat berkaca-kaca. "Ada apa, Sayang?" tanya Narendra, menatap dalam wajah Echa dengan nada tenang namun tegas.
101.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 29 Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Priambodo menarik napas panjang, lalu berkata pelan, “Kita tidak bisa bertindak gegabah, Kev.” Kevin mengangkat kepalanya. “Maksud Om Priam?” Priambodo menoleh padanya. Tatap matanya tajam tapi tenang, seperti mata seorang pebisnis ulung yang terbiasa menghadapi badai. “Nama besar Narendra bukan sesuatu yang bisa kita tabrak begitu saja. Narendra adalah pengusaha besar, punya pengaruh, koneksi… bahkan reputasinya bersih. Kita tidak bisa menuduhnya tanpa bukti. Apalagi mengusiknya hanya karena dendam pribadi.”
1037.1K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.0K Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Bagaimanapun, ide gila Aksara tercetus setelah mendengar kalimat yang asal kuucapkan. "Capek, Rain?" tanya Narendra yang mendapat tugas mengawalku sampai prosesi yang 'sebenarnya' dimulai. Lelaki itu juga yang akan bertugas untuk berkoordinasi dengan massa lainnya agar memudahkan jalanku menuju titik yang sudah ditentukan. Narendra cukup dikenal banyak orang sebagai ketua BEM. Itulah fungsi sebenarnya mengapa dirinya ditugaskan untuk mengawalku.
103.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 84 Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

rengeknya. Kania sudah mau melempar panci kecil, tapi sebelum itu terjadi .... Narendra melangkah dengan elegan. Pakai dasi kecil TK-nya, rambut klimis, dan ekspresi serius seperti calon CEO. “Nayaka, makan sekarang. Kamu tahu nggak, nutrisi pagi itu penting buat otak dan tubuh.” “Nggak mau!” “Kalau kamu nggak makan, aku nggak mau main bareng kamu sore nanti.”
1017.6K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 439 Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
HANCUR BERSAMA SELINGKUHAN

HANCUR BERSAMA SELINGKUHAN

Narendra mempertegas kalimat terakhirnya. Celine mulai menunduk. Suaminya memang benar. Narendra dulunya adalah salah satu orang kepercayaan mendiang sang suami. Kepiawaiannya membantu menjalankan perusahaan sudah tak bisa diragukan lagi. Untuk itulah Celine tak lagi ragu memberikan kepercayaan pada pria itu.
1044.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.8K Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
Suami Warisan

Suami Warisan

They wouldn’t! Juga, apakah Citra adalah ‘sesuatu’ yang ingin Narendra hidupkan kembali? No, she isn’t. Narendra itu egois, dia hanya melakukan hal yang menurutnya bisa memberinya ‘keuntungan’.
10157.6K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 6.0K Vezes como canva narendra adalah
Show Reviews (58)
Ler
+Biblioteca
Ketut Martini
suami warisan...dari judulnya aza udh bikin penasaran.. seseorg yg mendapat warisan seorg suami?... setlah baca..waah...dari bab 1 smpe bab skrg udh ke 40 smakin aku jatuh cinta ...tokoh narend yg macho habis..trus rengganis pastinya gemoy banget..klop dech mreka berdua.. thor sera emg paling top.......
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Read All Reviews
 The Third King

The Third King

“Saya tidak yakin, Yang Mulia.” “Jika Narenda adalah pria yang cerdas dan pandai menggunakan otak yang dimilikinya itu, dia pasti akan memilih antara Tuan Gyan dan Tuan Shankara yang kelak mungkin akan jadi orang yang memberikan dukungan untuknya. Sayangnya. . . .Narendra adalah orang yang tidak pandai menggunakan otaknya dan suka membuang – buang waktunya untuk hal yang tidak berguna. Jadi. . . dia pasti akan menerima permintaanku itu dan berusaha untuk membuat Indhira gagal dengan cara menjadi gurunya.”
84.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 195 Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
Jerat Pesona Gadis Manja

Jerat Pesona Gadis Manja

Perempuan itu menjabat tangan Aura sambil tersenyum ramah. “Kekasih baru, Marv?” Narendra bertanya namun nada suaranya terdengar menyindir. Kini Marvin yang terlihat kikuk, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan senyum canggung menghiasi wajahnya. “Saya Narendra ... Ayahnya Kejora.” Gantian Narendra mengulurkan tangan memperkenalkan diri. Celena menganggukan kepala disertai senyum saat menjabat tangan Narendra.
1051.3K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.6K Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
Pilih saja selingkuhanmu!

Pilih saja selingkuhanmu!

Tidak jauh berbeda dengannya, pria bernama Narendra itupun juga membalas senang pelukan Kania. Narendra sendiri adalah teman baik Kania. Pria itu juga sempat menghadiri pernikahan Kania dan Raga, namun setelah itu harus pergi keluar kota untuk mengurus salah satu perusahaan orang tuanya yang sedang tidak baik-baik saja. “Nggak nyangka kita ketemu disini. Kamu ada waktu? Kita ngobrol bentar yuk?” “Aku harus kerja sih, tapi gapapa deh masih ada waktu 30 menitan. Kita ngobrol di warung depan aja gapapa kan?”
104.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 88 Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
Kontrak Hasrat Tuan Presdir

Kontrak Hasrat Tuan Presdir

“Yura?” Panggilan itu menjeda langkah Yura yang hendak menaiki anak tangga ke lantai tiga. Ia lantas berbalik ke arah sumber suara. Seorang pria berkulit putih mengenakan kemeja biru muda telah berdiri di ambang pintu seraya menatapnya dengan sebuah senyuman. Itu Narendra. Karyawan satu divisi dengannya yang diperbantukan sementara di cabang baru beberapa bulan yang lalu. Orang yang sempat membuat Rama dimakan api cemburu. “Eh, hai, Narendra! Kau sudah kembali ke Holding?” tanya Yura kemudian menuruni dua anak tangga yang telah ia naiki. Mereka berbalas jabat sejenak. Saling mengamati satu sama lain.
1087.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 2.0K Vezes como canva narendra adalah
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
9
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status