Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
2'20

2'20

“Jika ada tujuan tertentu mengapa kita dipindahkan ke sini, orang itu pasti akan menghampiri kita.” “Atau memasang perangkap di tempat yang kita singgahi?” tebak Arta membuat Cuna menatapnya sambil berpangku tangan. “Menurutmu, dimana perangkapnya?” tanya gadis itu membuat Arta mengalihkan pandangannya ke arah pura yang terletak cukup jauh dari tempat mereka memanggang makanan. Cuna mengangguk pelan menyimpulkan arti dari tatapan curiga Arta pada pura tersebut, “Ya, aku juga memikirkan hal yang sama.”
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
Betrayal

Betrayal

“Namaku Callista Efinegia. Cukup panggil diriku Callista.” “Well, apakah kau tertarik dengan seni?” tanya Zero untuk membangkitkan suasana di antara mereka berdua. Callis menganggukkan kepalanya. “Aku tertarik dengan seni melukis, tapi sejujurnya, ini pertama kalinya diriku menghadiri pameran seni. Sepertinya aku harus sering-sering mengunjungi pameran seni,” ucap Callis dengan terkekeh. “Lukisan di sini sangat indah. Aku bahkan harus memandangi dua kali lukisan yang sama untuk memuaskan mataku.”
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Sebuah lukisan. Itu adalah sebuah replika yang sempurna dari proposal pernikahan Ares—dua pohon yang saling terkait, gelombang otak yang menjadi landscape—tapi dengan sebuah perubahan yang mengerikan. Di atasnya, dicat dengan huruf-huruf merah yang menetes seperti darah, tertulis: SEMUA YANG INDAH DAPAT DICURI. SEMUA YANG NYATA DAPAT DIPALSUKAN.
888 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Ia melangkah satu tahap lebih dekat, membiarkan aroma cedarwood miliknya menyapu kesadaran Maorielle. "Maorielle, ada satu ungkapan di dalam film yang tidak bisa dijelaskan secara linguistik, tapi sangat akurat secara visual," ucap Khai, suaranya kini merendah, hampir tenggelam dalam musik latar aula. "In a room full of art, I'd still stare at you." Maorielle terpaku. Napasnya seolah tertahan di tenggorokan. "Di ruangan yang penuh dengan karya seni ini, saya masih akan tetap menatapmu," lanjut Khai tanpa ragu.
687 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Elhan melangkah ke aula fakultas tempat pameran seni berlangsung. Di antara lukisan, foto, dan instalasi visual yang ditata rapi, matanya berhenti pada satu karya di ujung ruangan. Sebuah lukisan cat air: dua sosok berdiri di bawah langit senja, bayangan mereka nyatu tapi tak bersentuhan. Judulnya: “Jarak yang Dipaksakan.” Elhan membeku. Tangannya bergetar. Nama pembuatnya: Nayla Pradipta.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
Terpikat Mayor Ajudan Bapak

Terpikat Mayor Ajudan Bapak

Sophia menatap 2 lukisan yang ada di sisi kiri dari pintu masuk. "Apa bagus, Bu?" Lukisan tentang alam yang terinspirasi dari desa kecil di Sukabumi itu tampak indah dengan Teknik Plakat. "Bagus. Lalu yang satu ini apa dirimu?" Lukisan seorang wanita tengah menatap matahari terbenam. "Tidak juga. Hanya ingin saja menggambar itu. Ohya, apa hari ini tidak ada kegiatan?" tanya Sekar. "Ibu mau ke tempat undangan salah satu artis, ayahmu menjadi wali nikahnya. Apa kamu mau ikut?"
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
06.06

06.06

Istilah unik penuh makna. "Amor vincit omnia artinya bahwa cinta mampu mengalahkan segalanya," gumam Cea, matanya melirik ke sisi lain dimana ada Gravano dengan wajah tenangnya sedang berkelana menyusuri bunga-bunga tidur.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
Beautiful Sin

Beautiful Sin

"Tapi kenapa tak langsung saja di atas canvas, Bos? Kenapa harus difoto dulu?" "Karena itulah seni. Abstrak, tak dapat dilukiskan dengan kata-kata namun mampu mewakili jiwa dan perasaan seseorang. Dan tugasmu adalah mencari model laki-laki yang mau dan bersedia menjadi model kita. Soal pembayaran, jangan khawatir! Kita akan bayar di muka, hari ini juga!" tegas Tania. "Baik, Bos. Lalu untuk kriterianya ...?"
9.911.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Suami Dingin

Sentuhan Panas Suami Dingin

Razie tersenyum padanya, entah kenapa itu membuat Kanza merasa lebih bersemangat– merasa percaya diri dan dia yakin karyanya akan menyita perhatian semua orang di sini. "Namaku Kanza Adiba." Kanza mulai memperkenalkan diri, menatap tepat pada seorang pria paru baya– membakar hati Kanza, mendorongnya untuk lebih berani. Kanza menolak formal karena itulah Kanza. "Seniman dari DesArt. Dan karyaku …-" Lukisannya yang ditutup oleh tirai hitam tersebut dibuka, membuat semua orang terpana namun tidak bisa mengeluarkan kata-kata– terdiam dengan menatap takjub pada maha karya dari Kanza tersebut.
9.71.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31.9K kali sebagai captivating artinya
Tampilkan Ulasan (99)
Baca
+Pustaka
Sheila Pulungan
Suami Bastard yg Manis jg sdh selesai sy baca kak. Tp utk kejelasan secara eksplisit awal mula Reigha suka Ziea belum nampak. :( Kalau Rafael, Haiden, Razi, Maxim, dll. mereka jelas dikisahkan secara gamblang awal mula suka ke pasangannya. Karena sepertinya malah Reigha duluan yg suka Ziea, kalau...
raisa regina
Suka bgt ceritanya! Capek bgt ketawa, komedi terus. Tapi tetep romantis bikin senyum2. Sepanas dingin itu hahah. Suka banget liat saling bucinnya Rei & Ziea, finally Kak Deden & Mak Lea, Aesya & Mamat. Dan bucinnya Razie & Kanza. Ga kalah best kisah cinta Zira & Kae. Ah terluv sih!! Love Azam Fams!!
Baca Semua Ulasan
Selubung Memori

Selubung Memori

Apalah arti nyata dari mengerti? Apa arti sebenarnya dari “aku ingin kau mengerti segalanya tentangku”? Apa aku belum cukup mengerti segala hal tentang Lavi? Sayangnya, jawaban itu tidak akan keluar dengan mudah dari mulutnya. Dia tidak memunculkan citra apa pun selain musim gugur. Ketika citra itu berakhir dan kami kembali berbaring di karpet bulu yang meredam hujan, beberapa jemari kami kembali saling terkait bersama dua pasang mata yang menatap satu sama lain. Lavi, yang selalu penuh maksud, semakin terlihat jelas ketika senyumnya terukir.
1018.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai captivating artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status