SELUMBARI
Tiyas Tutimalam semakin dingindiujung malam menuju pagi yang dinginkeringat dingin di malam harikaki terasa dingin di malam hari
Eri, teman tersebut sudah fokus mencatat warna api dari larutan yang aku gunakan tanpa menunggu jawaban Ara, sepertinya itu hanya pertanyaan basa-basi sehingga Ara aman walau tidak menjawabnya.
”Aman terkendali.” Ucapku yang juga berbisik kepadanya.
Ara melanjutkan praktikum setelah aku. Dia menyelupkan kawat nikrom pada larutan selanjutnya dan melakukan pengujian.
“Kira-kira ada nggak ya, zat yang bisa membuat orang melupakan ingatannya?” Ara tiba-tiba bertanya saat melihat warna pada api.
”Melupakan apa, Ra?” Slamet tiba-tiba nimbrung.
Beliebte Kapitel