Penguasa hati
“Aduuuh, lu jangan kebanyakan mikir. Wibi baik, dan kayanya cocok banget sama lu! Makanya, kali-kali bikin kek novel romantis. Jangan fantasi yang isinya petualangan anak-anak. Setidaknya lu harus belajar tanda-tanda cinta dengan spesifik, jangan konsep cinta melulu yang elu pelajari! Coba, gue lihat chat terakhir lu sama Wibi.”
“Enggak, kok. Baru kemarin sama sekarang aku bikin cerita romantic.”
“Tetep dibikin fantasi, kan?!”
Mahesa tersipu, lalu bagaikan anak sekolah yang diperintah guru, Mahesa memberikan gawainya kepada sahabatnya yang sudah menadahkan tangan sedari tadi. Dengan tanggap Kiky membaca percakapan mereka, terkadang tertawa mesem-mesem, terkadang geleng-geleng sambil memukul
Hot Chapters