Gadis yang Tertawan
"Tidak ... tidak, menarilah wahai lautan yang cantik, hibur kami dengan ombak ganasmu. Atau ceritakan kami tentang rahasia terbesarmu. Apa yang kau simpan di dalam sana? Ayolah lautan yang cantik, beri tahu kami. Aku akan berjanji untuk menjaga rahasia itu dan aku akan tetap tutup mulut mengenai aromamu yang amis."
Orang-orang terkekeh saat mendengar ocehan Bara, pemuda itu sedari tadi berbicara tanpa henti tentang lautan, seakan laut bisa diajak berbicara. Ekspresinya berubah-ubah, kadang senang tetapi beberapa detik kemudian menjadi sedih, atau memasang wajah kesal.
"Dia pasti mabuk lautan," ucap si kakek tua.
"Akan sangat wajar, Mbah. Sudah sembilan puluh hari kita terus berlayar. Kurasa
الفصول الرائجة