Saat Pilihanku Berubah
Setelah kami selesai membakar kertas persembahan, Kakek menghela napas dan berkata, “Kalian duluan saja. Ada beberapa hal pribadi yang ingin kukatakan padanya.”
Aku dan Vina saling berpandangan, lalu pergi diam-diam.
Di depan makam, hanya tersisa Kakek seorang diri.
Tangannya mengusap nama yang terukir di batu nisan, lalu berkata pelan, “Dua hari lalu kamu datang ke mimpiku dan bilang bahwa di kehidupan sebelumnya cucu kita menikahi orang yang salah dan hidupnya tidak bahagia. Kamu merasa kasihan padanya, jadi kamu menggunakan pahala dari kebaikan yang kamu kumpulkan seumur hidup untuk menukar kesempatan agar cucu kita bisa hidup sekali lagi, supaya kali ini dia menjalani hidup yang berbeda.
Capítulos em Alta