Gairah Khodam Leluhur
Menikmati iringan syair Jawa dan musik piano yang entah siapa yang melantunkan dan memainkannya dengan tiba-tiba.
***
"Kasih ...." Firyan mengedarkan matanya yang sayu, mencari keberadaan Kasih.
Sinar mentari yang masuk ke celah jendela menusuk penglihatan Firyan. Memakasanya untuk bangkit sesegera mungkin. Luka-lukanya terlihat membaik. Dengan penampilan yang sama, dia mengangkat kaki setelah tidak menemukan Kasih di mana pun. Sebelum benar-benar meninggalkan hunian yang seram itu, Firyan melumuri tubuh dan wajahnya dengan debu. Dengan gerakan yang cepat, dia membabat rambutnya asal-asalan, kemudian memakai kaos oblong, hoodie, dan jeans sobek yang ditinggalkan oleh pemilik rumah. Jelas, se