Obsesi Tuan Kaivan
ucap Kaivan dengan nada sinis.
"Tentu saja. Kamu tidak perlu khawatir," balas Alesha singkat.
Panggilan telepon itu berakhir. Alesha yang mematikannya lebih dulu.
Alesha meremas ponselnya kencang. Perasaan marah, terluka, kecewa, dan sakit hati bercampur menjadi satu, memenuhi dadanya hingga rasanya sulit bernapas.
"Demi Tuhan aku bersumpah. Mulai detik ini, aku haramkan cintaku untuk Kaivan Adhitama." Sumpah itu keluar dari mulut Alesha, dibarengi air mata yang mengalir di kedua matanya.