Mas, Ayo Bercerai!
“Aku merasa seperti penyamar yang tiba-tiba didorong ke atas panggung. Semua mata menatap Lana, tapi di dalam, aku masih Zola yang takut.”
Dokter Gamal menyesap jus apel, matanya tak lepas dari Zola. "Zola, lihat sekeliling. Mereka tidak melihat Zola yang takut. Mereka melihat seniman yang jujur. Karyamu luar biasa. Meja ini, dengan ukiran ombaknya yang rumit, itu bukan hanya kayu, itu adalah pengakuan bahwa kamu pernah tenggelam dan kamu berhasil naik ke permukaan.”
“Itu metafora yang terlalu jujur, bukan?” Zola tertawa getir. “Aku takut kejujuran ini akan menarik perhatian yang salah.”