Bayangan di Balik The Obsidian Crown
Namun di tengah halaman—
Masih ada satu hal yang tersisa.
Satu huruf.
“A.”
Hanya itu.
Huruf itu tampak lebih tegas dibanding bagian lain, seolah tinta di bagian itu lebih kuat… atau justru satu-satunya yang tidak berhasil dihilangkan.
Lucas menyipitkan mata, mendekatkan berkas itu ke arah cahaya.
“A…” gumamnya pelan.
Ia membalik halaman berikutnya. Beberapa catatan tambahan muncul—tanggal yang hampir tak terbaca, simbol organisasi lama, dan kode internal yang hanya diketahui oleh lingkaran inti The Obsidian Crown.