Dua Tuan Tampan
gurau Maya, disusul tawa renyah.
Mendengar nama hotel itu, bayangan gedung pencakar langit tempat Arjuna bekerja tiba-tiba muncul. Kota Jakarta yang kecil, pikirnya sinis. Mungkin saja ia akan berpapasan lagi dengan pria dingin itu. Pikiran itu membuat perutnya sedikit mual. Tapi apa pedulinya? Jakarta ini luas, kemungkinan bertemu lagi sangat kecil. Lagi pula, siapa dia? Hanya seorang asisten katering. Arjuna Dirgantara pasti tak akan mengingat wajahnya, apalagi memedulikannya.
"Gimana, Rain? Mau nggak? Cepetan, besok udah mulai persiapan lho!" desak Maya.
Chapitres populaires