Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DINODAI SEPUPU

DINODAI SEPUPU

Dia kesal melihat guratan tipis di bibir Bara. “Kalau lihat kamu seperti ini, bawaannya pengen cium.” “Abang aja, tuh, yang pikirannya aneh.” Hana salah tingkah mendengar ucapan Bara. “Serius nggak mau dicium?” “Apaan, sih, Bang? Semoga anak aku nggak dengar.” Hana tidak menyadari kalau dirinya telah mengakui bayi dalam kandungannya sebagai anaknya.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai daomu biji
Baca
+Pustaka
FITNAHMU ADALAH DOAMU, MAS!

FITNAHMU ADALAH DOAMU, MAS!

Bahan bakunya juga terkenal kualitas tinggi dari kayu jati dan kayu ulin. "Saya tadi ditelpon Om Johan buat ngantarin pesanan pintu!" kata Geri menjelaskan." Rupanya rumah Mbak Mayang dekat sama rumah Om Johan." "Pak Johan cerita tentang kamu ke Nak Geri! Padahal Pak Johan tidak tahu kalau kalian juga bertetangga di komplek perum," kata bapak menjelaskan.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai daomu biji
Baca
+Pustaka
Membawa Benih Sang Mantan

Membawa Benih Sang Mantan

Daren semakin yakin Bibi tahu sesuatu. " Masuk Tuan" ucap Bibi mengajak Daren masuk, dan setelahnya Bi Asih langsung menutup pintu dengan cepat dan langsung menguncinya. Daren hanya tersenyum tipis melihat tingkah wanita yang mungkin seumuran dengan ibunya, lebih tua Bi Asih sedikit sih. " Kenapa di kunci Bi, jangan jangan Bibi menyukai saya. Kalau Bibi mau perko*a, saya akan pasrah lho" ucap Daren mengoda Bi Asih.
10102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai daomu biji
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Kemudian ia meraih kursi, dan duduk. "Kemaren, non Alia menangkap ayam tetangga, dan memotong-motongnya secara brutal. Bibi ngeri melihatnya di belakang rumah, ia tertawa terbahak-bahak menusuk ayam itu sampai hancur." Aku tercengang. "Bi, ini seriusan?" tanyaku, seakan sulit aku percaya. "Beneran, setelah terlihat puas, non Alia memasukkannya ke dalam kantong plastik. Mengubur bekas darahnya, menghilangkan jejak."
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai daomu biji
Baca
+Pustaka
JODOHKU MIRIP OM-OM

JODOHKU MIRIP OM-OM

Dia ingin fokus pada anak dalam kandungannya. Kebahagiaan yang kurasakan makin bertambah saat melihat perut Tika makin membesar. Ternyata ada benih yang aku tanamkan di rahim perempuan cantik tersebut. Tinggal beberapa bulan lagi, dia akan menjadi ibu dari anakku.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai daomu biji
Baca
+Pustaka
Dosa Dalam Pelukan Brondong

Dosa Dalam Pelukan Brondong

Desy Cichika Harish sentuhan rindusentuhan cinta
Aromanya teh chamomile, uapnya mengepul lembut, tapi rasanya hambar di lidah Sheana. Ia duduk di meja makan sendirian. Tiga jenis roti tersaji di piring putih. Semangka yang dipotong dadu. Suplemen disusun rapi di kotak kecil transparan, lengkap dengan label hari. Dan secarik kertas, tertulis tangan Dirga. “Minum setelah makan. Harus sesuai urutannya. Jangan duduk lama-lama.” Sheana tersenyum kecut. Dulu, dia selalu ingin diperhatikan. Sekarang, semuanya terasa... steril.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai daomu biji
Baca
+Pustaka
Benih Rahasia Yang Kau Sia-Siakan

Benih Rahasia Yang Kau Sia-Siakan

"Eh Bik, tunggu!" "Ada apa, Den?" "Duduk, Bik. Ada yang mau aku bicarakan sama Bibik!" bik Inah menurut untuk duduk. "Begini, Bik. Apa salah jika aku suka dengan wanita yang sudah mempunyai anak?" "Maksud, Aden?" bik Inah belum mengerti. "Entah mengapa semakin aku berusaha menjauhi Kiara, semakin aku tak bisa melupakannya. Apa ini yang di namakan dengan cinta?"
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai daomu biji
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Biduan

Dendam Sang Biduan

Airin terbangun setelah mencium aroma wangi butter dari dapur. Ia mengenakan kembali bra dan celananya, menutupi dengan kaos milik Raksa yang kebesaran. “Pagi sayang … apa yang kau masak, baunya enak sekali.” Airin memeluk Raksa dari belakang, melongok apa yang sedang dilakukan Raksa dari balik punggungnya. “Sarapan sederhana, tumis ayam dengan tambahan saos tiram. Aku menemukannya di resep online.” Raksa menjawab tak lupa dengan sedikit senyum kepalsuan.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai daomu biji
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status