DENDAM
Kemudian ia meraih kursi, dan duduk.
"Kemaren, non Alia menangkap ayam tetangga, dan memotong-motongnya secara brutal. Bibi ngeri melihatnya di belakang rumah, ia tertawa terbahak-bahak menusuk ayam itu sampai hancur."
Aku tercengang. "Bi, ini seriusan?" tanyaku, seakan sulit aku percaya.
"Beneran, setelah terlihat puas, non Alia memasukkannya ke dalam kantong plastik. Mengubur bekas darahnya, menghilangkan jejak."