Daster Buat Istriku
Helminawati Pandiabaju akutante lagi ganti bajupesan buat adik tersayang
Daster dalam kresek terjatuh dari tangan tanpa kusadar.
“Ya, udah, tapi agak cepat temponya, biar cepat tuntas. Bayiku mau nen*n itu!” Suara perempuan mur*han itu kembali terdengar. Mengiris habis serpihan hatiku.
“Iya, aku juga masih haus, Sayang! Janji, deh, enggak akan aku hisap habis! Aku sisain kok, buat bayi kamu. Enggak apa-apa berbagi sama bayi kamu, aku ihklas. Tapi kalau berbagi dengan suami kamu, kok, aku enggak ihklas, ya, hehehe ….”