Daster Buat Istriku
Daster dalam kresek terjatuh dari tangan tanpa kusadar.
“Ya, udah, tapi agak cepat temponya, biar cepat tuntas. Bayiku mau nen*n itu!” Suara perempuan mur*han itu kembali terdengar. Mengiris habis serpihan hatiku.
“Iya, aku juga masih haus, Sayang! Janji, deh, enggak akan aku hisap habis! Aku sisain kok, buat bayi kamu. Enggak apa-apa berbagi sama bayi kamu, aku ihklas. Tapi kalau berbagi dengan suami kamu, kok, aku enggak ihklas, ya, hehehe ….”