Samaran Terakhir
InkRealmnaik motor pap boncengan malam harigelap malamgambar sendirian di malam harimimisan tengah malam
Dan dari balik pintu yang baru terbuka, muncul seseorang berjubah hitam, wajahnya diselimuti bayangan, tapi suaranya jelas.
“Sudah cukup. Kalian terlalu dekat dengan kebenaran.”
Adrian mengangkat senjatanya, namun tiba-tiba, jubah itu menghilang dan menyisakan... dirinya sendiri.
Salinan dirinya. Identik. Tetapi dengan tatapan yang dingin. Tanpa emosi. Tanpa keraguan.
“Siapa kau?” tanya Armand, siap dengan belati peraknya.