Patah
Aku mengamuk, marah, sedih sampai tak sadarkan diri.
Aku sama sekali tidak sempat bertemu Mama. Ketika aku sampai di rumah sakit, Mama sudah tidak ada. Pun sempat, Mama sudah menjadi batang kayu yang tidak bereaksi apa pun. Aku hanya bisa menangis, berteriak mengamuk mengajak Mama pulang. Aku belum sempat minta maaf, tapi ketika aku begitu lelah dan lemah kehabisan tenaga dan emosi untuk mengamuk, di depan jenazah Mama, aku berjanji menepati janji tidak nakal lagi.
Tidak nakal dalam kamusku waktu itu adalah tidak ribut dan tidak membuat keributan. Kuucapkan janji sepanjang aku memeluk jenazah Mama di tengah rumah. Berharap Mama bangun dan kembali hidup.
Bab Populer