Wanita Penghibur
Suara ibu yang terdengar nyaring sudah mirip teriakan, Lail yang berada di ruang tengah sampai menjawab, "Paling-paling nulis di pantai, Buk, itu kan kebiasaan Kak Rara. Nulis diary."
Aku langsung merutuk kesal karena jawaban adikku itu, tetapi sejenak terdiam begitu menyadari sesuatu. Astagfirullah, diaryku ... cepat-cepat aku berbalik dan ke pantai. Jangan sampai Rav membaca isi diary itu. Semua permasalahanku ada di sana.
-----
"Jangan!"
Cepat aku ambil diary di tangan Rav saat dia ternyata tengah membuka diaryku. Aku tidak tahu apa bahkan Rav sudah sempat membacanya.