NIKAH DENGAN DUDA TIGA KALI MALAM PERTAMA BIKIN KAGET
"Bismillahirrahmannirrahiim. Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm."
Aku terus mengamati Om Pras yang membaca ayat kursi lalu begitu selesai dia segera meniupku. Apa dia menyangka aku ini setan? Aku menger
ucutkan bibir, merasa sebal.
"Om apaan siiih, aku ini Dinda, teman dekatnya Yana. Kayak baru ngeliat aku aja." Padahal aku sering banget ke sini juga sering makan di warung makan Padangnya. A
Bab Populer