Setelah Bercerai
“Aku punya prinsip buat dapatin kamu sampai sedalam ini. Nggak cuma beban dan pikiran yang berat. Tapi, saat keduanya bersemayan di otak aku, satu yang aku jadiin kunci; don’t think about it too much. Nasihat dari Anya Geraldine aku terapin. Karena katanya, kebanyakan mikir nggak bakal nyelesaiin masalah. Nambah iya.”
“Memang.”
“Gitu?”
“Terus aku mesti gimana lah.” Ayana kesal. Rambe lebih labil dari dirinya yang butuh di manja. “Kamu sukanya salah paham sama aku—”
“Ya gimana enggak!? Siapa pun bakal mikir kayak gitu. Sudah lewat loh, Yang. Aku nggak ngelarang kamu buat ingat apa yang pernah kamu alami, yang terjadi di hidup kamu. Itu milik kamu. Tapi kamu jangan lupa; buat ngambil hak kebah