Dosa dalam Cinta
Suaranya pecah, penuh luka, “Satrio... kita salah... kita sudah membuka sesuatu yang tidak kita pahami...”
Satrio terbatuk darah, matanya memicing, kabut merah membakar pandangannya, namun di sela-sela kesakitan itu, ia melihat sesuatu di retakan: bukan hanya cahaya merah, tapi sebuah bentuk—sebuah pintu, besar, gelap, diukir dengan simbol-simbol tua yang terasa asing namun entah kenapa, familiar. Pintu itu perlahan terbuka, dan dari dalam, muncul siluet... seseorang... wajahnya kabur, namun Satrio mengenal aura itu: aura dingin, kuat, penuh kebencian—sosok yang sudah lama mengintai dalam bayangan mereka.
Capítulos em Alta