Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SaDriS

SaDriS

Boro2 2,5 juta drisss,250 ribu aja mamah gak ada! Emang uang segitu banyaknya buat apa sih drisss,tanya ibu sadris kepadanya.. "Yaudah mah kalo gaada gapapa... Sadris berpamitan pada ibunya dan langsung pergi menuju toko Riza... ***
9.62.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

Jawab Rain dengan santai Dan tiba-tiba saja Tania menjulurkan jarinya dan menaruhnya di sudut bibir Rain, dan membuat Rain kaget, dan ternyata Tania mengambil ada bekas nasi di bibir Rain, jadi Tania mencoba membersihannya. “Kaya anak kecil kamu, makan aja berantakan” Ucap Tania dengan senyum dan itu membuat Rain malu karena dia makan berantakan Dan setelah selesai makan dan hari sudah larut malam, Tania mengambil piring tersebut untuk menaruhnya di dapur dan berpamitan untuk tidur malam, dan Rain pun mengizinkan dan Tania pun keluar dari kamar Rain, sementara Rain kembali menatap purnama yang akan menghilang dan akan di gantikan oleh rintik hujan yang deras, dan benar saja tidak lama kemudi
9.129.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Terbangun: Ingatan Yang Hilang

*drip* *drip* *zras* Aku membuka mata dari tidurku di tengah rintik hujan yang terdengar semakin lebat, dengan melihat sekeliling, terasa hawa dingin kegelapan dan kesendirian menyelimutiku. Masih sendiri seperti biasa pikirku. Tidurku selalu saja tidak lelap, teringat akan kejadian 10 tahun lalu, dimana aku terlempar ke dunia ini, dunia yang ku tahu pun telah hancur, sekarang aku berada di tempat bernama Donya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
Tears

Tears

Sejurus kemudian pintu apartemen pun terbuka. Aroma tajam minuman beralkohol seketika menyeruak ke dalam hidungnya. Ibell melanjutkan langkah. Keadaan ruang tamu benar-benar seperti habis diterjang badai katrina. Botol-botol minuman sebagian pecah dan sebagian lagi bergelimpangan di sofa. Ibell melanjutkan langkahnya ke arah pantry. Kapal pecah pun kalah berantakannya di sini. Sisa bir, ampas kopi, kotak sampah pizza hingga bungkus mie instan bertebaran di mana-mana. Langkah kakinya perlahan menuju bagian kamar. Dan di sana, di atas tempat tidur king sizenya, daddynya tertidur dengan masih menggunakan setelan jasnya. Aroma asam bekas muntahan menguar dari lantai kamar. Daddynya ini entah tid
1078.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
Sweet Dreams

Sweet Dreams

tanyanya sedikit cemas. Tapi hampir saja Rayyan tertawa saat melihat Gea terduduk di lantai kamar mandi dengan tubuh yang sudah basah kuyup, air keluar di mana-mana. Bahkan air dingin, panas, hangat, menyatu jadi satu. Pasti Gea tidak mengerti dengan tombol-tombol otomatis tersebut. Namun, Rayyan tidak tega menertawakan Gea saat melihat wajah gadisnya yang begitu sedih. "Sudah, tidak apa-apa. Pakai ini saja," kata Rayyan menyalakan shower. "Aku tunggu di luar," katanya berlalu.
9.889.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

kata Damar dengan nada dingin sambil berjalan menjauhi Mela tanpa menoleh ke belakang. Setiap langkah yang diambil Damar terasa seperti pukulan bagi Mela. Mela tetap berdiri di tempat. Air matanya masih mengalir deras sementara dia menatap sosok Damar yang semakin menjauh hingga akhirnya dia menghilang dari pandangan.
725 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
WATER

WATER

Pagi telah tiba namun Emi hanya mendapati hujan yang terus saja membasahi bumi yang membuatnya hanya bisa terdiam seperti orang bodoh di balik jendela kamar sembari melihat teman-temannya yang kegirangan di bawah langit yang siap membuat mereka menjadi manusia petir. Emi tak habis pikir dengan orang-orang bodoh itu. Mereka terlihat sangat senang dengan cairan menjijikkan yang terus saja membasahi mereka.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
Rain do for you

Rain do for you

Seorang pria tengah tertidur di kamarnya di sebuah apartemen sederhana. Peluhnya bercucuran berbentuk sebiji jagung di dahinya. Dia kembali gelisah setelah sebelumnya tenang. Alisnya berkerut dalam dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Seperti badai tengah mengamuk di dalam mimpinya. Dor!
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
Diary Rain

Diary Rain

Kata darimu Mungkin butuh kursus Merangkai kata, Untuk bicara Dan aku benci Harus jujur padamu, Tentang semua ini Jam dinding pun tertawa, Karna ku hanya diam dan Membisu Ingin kumaki Diriku sendiri, yang tak Berkutik di depanmu Ada yang lain Disenyummu Yang membuat lidahku Gugup tak bergerak Ada pelangi Di bola matamu Dan memaksa diri Tuk bilang Aku sayang padamu Aku sayang padamu Seakan memaksa dan Terus memaksa Mungkin Sabtu nanti Kuungkap semua, Isi di hati Dan aku benci Harus jujur padamu Tentang semua ini -Jamrud, Ada Pelangi di Matamu- ~Sesi Lagu Berakhir~ "Rain." Ucap Zevran akhirnya setelah 30 menit lebih kami berdua saling diam.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai dripping
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status