Hidup di Dua Hati
"Oh, Ibu Kenan! Mari, mari silakan masuk. Saya Ayah Hasna, silakan duduk. Saya panggilkan istri saya dulu.
Hasan bergegas menuju lantai dua, ke kamar Hasna untuk menemui Indah. Memang, sebelumnya orang tua Hasna telah diberitahu kalau Nuraida memang hendak bertamu ke rumah mereka.
"Silakan duduk, Mbak." Indah menyebut, mbak kepada Nuraida. Dia menerka usia wanita itu lebih tua darinya.
Mereka duduk di ruang tamu yang dicat putih. Satu set sofa hitam diletakkan di pinggir sebelah kiri. Dua buah kaligrafi bertuliskan ayat seribu dinar dan ayat kursi, tergantung di dinding sebelah kanan. Tepat di bawah kaligrafi, satu akuarium besar berisi beberapa ikan koi berada.
الفصول الرائجة